Senin, 07 Februari 2011

Mengenal Komunikasi Serat Optik

Posted by Fahmil Khoriji 05.21, under | No comments


Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu serat optik, sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection.

Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.


Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.
Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.
Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.
Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.



Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).
Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.

Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.
Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.
Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp20.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).


Senin, 31 Januari 2011

Administrasi Server Pada Debian Lenny

Posted by Fahmil Khoriji 22.36, under | No comments


MEMBUAT SERVER

1. DNS SERVER

Domain Name Server(DNS) digunakan untuk translasi dari IP address ke nama host yang lebih mudah diingat atau sebaliknya. Untuk instalasi BIND9 dapat menggunakan perintah berikut

Server:~#apt-get install bind9

Masuk kedalam directory cd /etc/bind

Lakukan edit file konfigurasi /etc/bind/named.conf dengan menggunakan perintah berikut

Server:~# nano /etc/bind/named.conf

zone "255.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/db.255";

};

Copy teks di atas menjadi 3, caranya ctrl+k 3 kali dan ctrl+u 3 kali.

Sehingga menjadi:

zone "0.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/db.0";

};



zone "255.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/db.255";

};

Zone “latihan.org” {

type master;

file “/etc/bind/latihan.db”;

};

Zone “5.168.192.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/latihan”;

};

Setelah itu simpan konfigurasi dengan menekan tombol Ctrl O setelah itu tekan Ctrl x. Setelah itu buat file yang bernama smk.db dengan perintah berikut

Server:~# nano fahmi.db

Maka akan muncul tampilan blank, kemudian tekan ctrl+r ctrl+t dan pilih db.local.

Maka akan muncul seperti di bawah ini.

Tambahkan script seperti dibawah ini



$TTL 604800

@ IN SOA server.latihan.org. root.server.latihan.org. (

1 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS server.latihan.org.

@ IN A 192.168.5.1

@ IN AAAA ::1

www IN A 192.168.5.1



Simpan konfigurasi dengan menekan tombol Ctrl o lalu tekan Ctrl x

Catatan server yang dibuat adalah 192.168.5.1

Setelah itu edit database latihan.

Server:~# nano fahmi

Maka akan muncul tampilan layar blank, tekan ctrl+r ctrl+t kemudian pilih db.255

$TTL 604800

@ IN SOA server.latihan.org. root.server.latihan.org. (

1 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS server.latihan.org.

@ IN A 192.168.5.1

1 IN PTR server.latihan.org.

Simpan konfigurasi.

Lakukan restart pake dengan perintah

Server:~# /etc/init.d/bind9 restart

Setelah itu lakukan tes ping ke www.latihan.org , jika hasilnya reply, maka setting dns server berhasil di buat.

2. DHCP SERVER

DHCP(dynamic host configuration Protocol) adalah aplikasi server yang bertujuan agar ip client dibuat secara otomatis oleh server tanpa si client harus menkonfigurasi ip nya sendiri.

untuk menginstal paket dhcp server menggunakan perintah dibawah ini

Server:~#apt-get install dhcp3-server

Setelah itu lakukan edit file untuk melakukan konfigurasi dengan perintah

Server:~#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Setelah itu cari baris seperti dibawah ini

# A slightly different configuration for an internal subnet.

#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {

# range 10.5.5.26 10.5.5.30;

# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;

# option domain-name "internal.example.org";

# option routers 10.5.5.1;

# option broadcast-address 10.5.5.31;

# default-lease-time 600;

# max-lease-time 7200;

#}



Ubah menjadi seperti dibawah ini

# A slightly different configuration for an internal subnet.

subnet 192.168.5.0 netmask 255.255.255.0 {

range 192.168.5.2 192.168.5.25;

option domain-name-servers 192.168.5.1;

option domain-name "latihan.org";

option routers 192.168.5.1;

option broadcast-address 192.168.5.255;

default-lease-time 7200;

max-lease-time 7200;

}



Perhatikan beris diatas, yang diubah adalah membuang tanda pagarnya dan mengubah beberapa angka,(tergantung ip yang kita buat, contoh dalam hal ini adalah 192.168.5.1.

Simpan konfigurasi dengan menekan tombol Ctrl o dan setelah itu Ctrl x.

Lakukkan restart paket dengan perintah

server:~#/etc/initd/dhcp3-server restart

Lakukan tes pada client, jika client berhasil mendapatkan ip dynamic dari server yang kita buat, maka sekali lagi kita berhasil membuat server dhcp

3. FTP SERVER

FTP(file Transfer Protocol) adalah protokil yang digunakan untuk mengunduh/download ataupun upload file. Jadi apabila kita menginginkan agar dapat membuat server untuk upload dan download atau istilahnya transfer file maka kita harus menggunakan protocol FTP.

untuk menginstal paket FTP server, gunakan perintah dibawah ini

server:~#apt-get install vsftpd

Setelah itu, lakukan configurasi file dengan menggunakan perintah

server:~#nano /etc/vsftpd.conf

Cari baris seperti dibawah ini



anonymous_enable=YES

ubah menjadi

anonymous_enable=no



cari baris dibawah ini

#local_enable=YES

Ubah menjadi

Local_enable=YES







Lalu cari baris dibawah ini

#write_enable=YES

Ubah seperti dibawah ini

write_enable=YES



cari baris dibawah ini

#anon_upload_enable=YES

ubah menjadi

anon_upload_enable=YES



cari baris dibawah ini

#anon_mkdir_write_enable=YES

Tambahkan baris sehingga menjadi

anon_mkdir_write_enable=YES

anon_root=/var/www/ftp



Setelah itu simpan konfigurasi dengan menekan tombil Ctrl o lalu tekan Ctrl x

Buat folder ftp dengan perintah

server:~#mkdir /var/www/ftp

Buat permission atau hak akses dengan perintah

server:~#chmod 755 /var/www/ftp

Buat user untuk login dengan perintah

server:~#useradd –d /var/www/ftp admin

Buat password untuk user dengan perintah

server:~#passwd admin

Masukan passwordnya

Lalu ulangi masukan passwordnya

Buat contoh file ftp nya:

Server:~# echo ini adalah contoh file ftp > /var/www/ftp/jajal.txt

Setelah itu restart service ftp dengan mengetikan perintah

server:~#/etc/init.d/vsftpd restart

4. WebServer

Webserver dalah membuat server debian yang kita buat menjadi salah satu server web dan dapat digunakan sebagai tempat web kita diupload berbasis local.

Install paket yang dibutuhkan dengan menggunakan perintah

server:~#apt-get install apache2 php5 links

kemudian edit file htmlnya

server:~#nano /var/www/index.html

alhamdulilah webserver saya sudah berhasil

Kemudian simpan file dengan ctrl+o enter ctrl+x

Setelah itu restart paket apache2 php5 dengan

Server:~# /etc/init.d/apache2 restart

Selasa, 11 Januari 2011

Materi Microsoft Access 2007

Posted by Fahmil Khoriji 07.10, under | No comments


ne buat bagol langsung sedot aja filenya...
access 2007

Tutuorial MIKROTIK

Posted by Fahmil Khoriji 06.16, under | No comments

Bagi temen-temen yang baru mau, sedang, dan akan belajar tentang mikrotik router OS, jangan bingung untuk mencari referensi, materi ataupun tutorial mengenai mikrotik router OS ini. Di sini saya hanya ingin sekedar share aja sama temen-temen meliputi install mikrotik sampai konfigurasi paket-paket mikrotik itu sendiri. gak usah panjang lebar, monggo aja di download file nya...
1. modul pelatihan mikrotik
2. Panduan Install Mikrotik
3. Mikrotik

4. Modul mikrotik 28.26








Kamis, 09 Desember 2010

Install XAMPP di Linux

Posted by Fahmil Khoriji 05.18, under | No comments

Ubuntu merupakan salah satu distro yang user friendly untuk pemakaian sebagai komputer desktop.
Namun sayangnya distro ini defaultnya tidak menyertakan web server di dalamnya. Kita harus
menginstallnya sendiri dari repository-nya.
Menginstall paket program dari repository mengharuskan komputer kita untuk terhubung ke
Internet. Hal inilah yang menyulitkan sebagian besar pengguna, terutama pengguna yang ada di
Indonesia mengingat koneksi Internet sangat mahal. Lalu bagaimana caranya?
Ada cara mudah untuk mengintall web server di Ubuntu. Salah satunya adalah dengan XAMPP.
XAMPP merupakan kumpulan program untuk keperluan web development yang di dalamnya
tercakup web server Apache, MySQL, PHP, dan Perl.
Dengan paket XAMPP ini kita bisa memasang web server di Ubuntu dengan mudah dan cepat,
tinggal download, ekstrak, dan start.
Berikut ini cara untuk menginstall XAMPP:

Langkah 1.
Download versi terbaru dari XAMPP dari situsnya. Pilih versi yang khusus untuk Linux. Saat
artikel ini ditulis, versi terbaru adalah XAMPP Linux 1.6.5a.

Langkah 2.
Ekstrak file yang kita telah download tadi. Gunakan account root saat mengekstrak file tersebut.
Kita bisa memakai Archive Manager (misalnya file-roller di GNOME) atau menggunakan program
tar jika lewat terminal command line.
Misalnya:
root@sorsawo:~# tar xvfz xampp-linux-1.6.5a.tar.gz -C /opt

Langkah 3.
Jalankan XAMPP. Misalnya jika tadi kita mengekstrak XAMPP di direktori /opt, gunakan perintah
berikut:
root@sorsawo:~# /opt/lamp/lamp start
Starting XAMPP 1.6.5a ...
LAMP: Starting Apache ...
LAMP: Starting MySQL ...
LAMP started.

Langkah 4.
Nah, sekarang web server sudah siap digunakan. Saatnya untuk mencoba web server. Jalankan web
browser dan ketikkan http://localhost di alamat url-nya.

Transparent Firewall

Posted by Fahmil Khoriji 05.00, under | No comments

Transparent Firewall adalah firewall yang "tidak tampak" baik oleh user di dalam zona yang kita amankan

atau dari luar zona kita. Transparent Firewall pada dasarnya adalah firewall biasa hanya saja implementasinya

dilakukan pada bridge, sehingga tidak ada konfigurasi yang harus dilakukan pada jaringan yang sudah ada.

Tutorial ini akan (mencoba) untuk menjelaskan secara singkat bagaimana dan apa saja yang diperlukan dalam

pembuatan bridge firewall pada Debian GNU/Linux, dan pengaturan umum kerja firewall yang kita buat.
Topologi

yang dipakai diasumsikan seperti gambar di bawah ini.

+----------+ +--------+ +---------------+
| INTERNET |-----| BRIDGE |-----| JARINGAN KITA |
+----------+ +--------+ +---------------+
1. Kebutuhan Dasar

Implementasi ini membutuhkan beberapa hal yaitu:

- Komputer dengan 2 NIC
- iptables
- bridge-utils
- Kernel Linux 2.6 atau 2.4(dengan patch) dengan opsi bridge firewall diaktifkan

Bila anda ingin menggunakan kernel versi 2.4 silakan cari patchnya di

http://ebtables.sourceforge.net/. Kernel 2.6 sudah menyertakan fasilitas ini, sehingga tidak perlu dipatch lagi.

Di sini diasumsikan bahwa kernel sudah beres, dan tinggal menginstall program lain yang dibutuhkan

untuk menjalankan bridge. Komputer yang dipakai mempunyai 2 NIC yaitu eth0 dan eth1.

2. Instalasi & Konfigurasi
Seperti biasa, untuk menginstall paket pada debian kita menggunakan apt-get.

root:~# apt-get install bridge-utils iptables

Bila anda tidak menggunakan distro lain anda dapat mendownload source code untuk kedua program itu pada

http://bridge.sourceforge.net/ dan http://www.iptables.org/files/

. Panduan proses instalasi dapat mengikuti file README/INSTALL yang disertakan pada tarball yang anda download.

Program yang kita dapatkan dari bridge-utils adalah brctl. Program inilah yang mengatur

segala macam bagian bridge mulai pembuatan, penghapusan, penambahan anggota bridge, dan sebagainya. Buat
interface

bridge (br0), dan tambahkan kedua interface ke dalam interface bridge yang baru dibuat.

root:~# brctl addbr br0
root:~# brctl addif br0 eth0
root:~# brctl addif br0 eth1
root:~# ifconfig eth0 0
root:~# ifconfig eth1 0
Hapus alamat IP pada eth0 dan eth1, dan bila bridge ini akan diberi alamat IP maka yang perlu diberi alamat

adalah br0. Interface lain harus tetap menyala tanpa mempunyai alamat IP sendiri. Nantinya, kedua

ethernet yang ada akan merespon setiap request yang masuk ke alamat IP bridge.

Cobalah untuk memping jaringan di luar jaringan anda. Bila lancar, berarti bridge ini sudah berjalan

dengan baik. Agar setiap booting kita tidak mengulangi langkah-langkah di atas maka edit file /etc/network/interfaces dan
tambahkan konfigurasi seperlunya. Contoh file saya ada di bawah ini.

auto br0
iface br0 inet static
address 10.11.12.3
netmask 255.255.255.0
network 10.11.12.0
broadcast 10.11.12.255
gateway 10.11.12.1
bridge_ports eth0 eth1
Catatan: perhatikan item konfigurasi yang dicetak tebal.

Pastikan juga anda mengaktifkan IP Forwarding dengan mengeksekusi perintah di

bawah ini tiap kali komputer booting.

root:~# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Selain cara manual itu anda dapat pula mengedit file /etc/network/options.

ip_forward=yes
spoofprotect=yes
syncookies=no
Sekarang anda dapat mengkonfigurasi iptables untuk melakukan penyaringan terhadap paket-paket

data yang melewati firewall ini. Iptables tidak akan dibahas mendalam di sini. Sekedar info, penyaringan ini

dilakukan pada tabel Filter chain FORWARD. Contoh:

root:~# iptables -t Filter -A FORWARD -s 0.0.0.0 -d 10.11.12.0/24 -p tcp --dport 23 -j DROP
root:~# iptables -t Filter -A FORWARD -s 0.0.0.0 -d 10.11.12.0/24 -p tcp --dport 25 -j DROP
root:~# iptables -t Filter -A FORWARD -s 0.0.0.0 -d 10.11.12.0/24 -p udp --dport 161 -j DROP
Potongan instruksi iptables di atas memfilter paket-paket dari luar network kita yang

akan mengakses port telnet, smtp, dan snmp. Tambahkan filter lain sesuai dengan yang anda butuhkan
Simpanlah perintah-perintah yang anda jalankan pada sebuah script .sh dan ubahlah permission

file tersebut agar bisa dieksekusi(executable). Aturlah agar file itu diekseuksi setiap kali boot. Ada

beberapa cara melakukannya, yang termudah adalah menambahkan entri pada /etc/network/interfaces.

Bila script iptables itu disimpan di /etc/init.d/aturanfirewall.sh anda dapat menambahkan baris

berikut di bawah entri br0.

up command /etc/init.d/aturanfirewall.sh

Dengan demikian isi file /etc/network/interfaces menjadi seperti di bawah ini.

auto br0
iface br0 inet static
address 10.11.12.3
netmask 255.255.255.0
network 10.11.12.0
broadcast 10.11.12.255
gateway 10.11.12.1
bridge_ports eth0 eth1
up command /etc/init.d/aturanfirewall.sh
Dengan menggunakan bash script kecil untuk memparsing output command "iptables -nvL FORWARD"

anda dapat memantau aktifitas filtering seperti ini :)

+---------------------------------------------------------+
| I/O Total | 95M Packets 62G Bytes |
+-------------+---------------------+---------------------+
| | Traffic In | Traffic Out |
| Filter +----------+----------+----------+----------+
| | Byte | Packet | Byte | Packet |
+-------------+----------+----------+----------+----------+
| Ping Blaster| 0 | 0 | 23184 | 252 |
| udp 69 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| udp 135 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| udp 137 | 38298 | 491 | 9828 | 126 |
| udp 138 | 534 | 2 | 1343 | 5 |
| udp 445 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| udp 161 | 3672 | 54 | 0 | 0 |
| tcp 23 | 912 | 19 | 0 | 0 |
| tcp 135 | 47520 | 990 | 1584 | 33 |
| tcp 445 | 1027K | 21402 | 15180 | 316 |
| tcp 593 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| tcp 4444 | 528 | 12 | 864 | 18 |
+-------------+----------+----------+----------+----------+
Contoh script bisa didownload di sini, selamat mencoba,

semoga sukses :)
(Kamas Muhammad, http://www.sokam.or.id).

Cara mudah dan cepat sharing files di Linux dgn samba

Posted by Fahmil Khoriji 04.51, under | No comments

Kita bisa melakukan sharing files antara komputer Linux kita dengan komputer Windows
menggunakan paket program bernama Samba. Samba ini merupakan program yang telah
mature dan memiliki banyak feature, mulai dari yang sederhana sampai advance. Sangat
menarik untuk diexplore, namun begitu bagi para newbie, seringkali cukup membingungkan untuk
menyetel Samba. Berikut cara mudah dan cepat melakukan sharing file di Linux. Dokumentasi
Samba sendiri sebenarnya telah tersedia lengkap, baik dalam bentuk online di websitenya
(http://www.samba.org), maupun dalam bentuk PDF yang dapat di download gratis. Dokumentasi ini
saking lengkapnya, tebalnya mencapai 500-an halaman. Tentu tidak akan habis dibaca dalam semalam.
Tapi jangan khawatir, bila kita hanya ingin mengshare file secara biasa, kita bisa melalukannya secara
mudah dan cepat.
Mari kita mulai. Penulis menggunakan OpenSuse 10.1, namun settingan sambanya kurang lebih sama di
distro lainnya.
1. Pastikan bahwa samba server telah terinstall. Di komputer penulis (tidak perlu sama persis, yang
penting samba dan samba clientnya):
rpm -qa | grep samba
yast2-samba-server-2.13.9-8
samba-3.0.22-11
samba-client-3.0.22-11
kdebase3-samba-3.5.1-69
samba-vscan-0.3.6b-40
yast2-samba-client-2.13.18-4
samba-doc-3.0.22-16
samba-winbind-3.0.22-11
Perhatikan paket samba-doc, samba-doc ini berguna di dalam memberikan contoh2 file konfigurasi.
2. Edit file konfigurasi samba. Kalau di OpenSuse, adanya di /etc/samba/smb.conf. Di distro lain
mestinya sekitar /etc/ juga.
Di dalam file smb.conf ini telah terdapat bagian2 konfigurasinya, yaitu dengan tanda [Global], [homes],
[printers], dll.
Untuk [Global], pastikan setting option berikut seperti ini:
[Global]
workgroup = suselinux <--- ubah sesuai keinginan kamu
domain logons = No
domain master = No
security = share
netbios name = fajar <--- ubah sesuai keinginan kamu
3. Setting share yang ingin kamu share, tambahkan di dalam smb.conf:
[Public] <--- terserah kamu namanya apa
comment = Buat sharing file2
path = /data/share
read only = yes
browseable = yes
public = yes
Jangan lupa di save.
4. Buat direktori yang ingin kamu share tersebut, dalam contoh ini adalah /data/share.
mkdir -p /data/share
5. Setel bahwa samba akan otomatis hidup setiap komputer hidup.
chkconfig --level 345 smb on
chkconfig --level 345 nmb on
6. Jalankan service smb dan nmb.
service nmb restart
service smb restart
7. Copylah folder/file yang ingin kamu share ke dalam folder /data/share itu. Jangan lupa di chown ke
user kamu dulu.
chown -R /data/share
Sharing Full Access
Bagaimana bila kamu ingin agar user dapat menulis ke dalam sharing yang telah kamu buat tersebut?
Mudah saja.
1. Kita ubah smb.conf-nya menjadi seperti ini:
[Public]
comment = Buat sharing file2
path = /data/share
read only = No <--- ini
browseable = yes
public = yes
2. Kita chmod juga direktori itu menjadi 777.
chmod -R 777 /data/share
3. Restart samba dan nmb-nya
service nmb restart
service smb restart
4. Test dari network untuk menulis ke dalam share folder itu.

Tags

Cari Blog Ini

Blog Archive